⁠⁠⁠Bahas Kekerasan Seksual, Tiga Pakar Berdiskusi

Uncategorized
3f3b2307-57ea-4bc5-a047-6af86174b92e
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, melaksanakan diskusi bersama Sindo Trijaya FM Bandung, Selasa (31/5).


Selain Netty, hadir juga dua pakar lain di bidangnya. Pertama, pakar Hukum Pidana Universitas Parahyangan Agustinus Pohan. Kedua, pakar Kebijakan Publik dan Hukum Tata Negara Universitas Islam Bandung, Rusli Kustiawan Iskandar. 


Mengambil tema ‘Kebiri dan Hukuman Mati’, diskusi kali ini fokus kepada penyikapan Perppu No. 1 Tahun 2016. Pada diskusi ini seluruh pakar memberikan pandangan terhadap kehadiran Perppu pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.


Agustinus Pohan, di awal diskusi mengungkapkan kekecewaannya dengan kehadiran Perppu ini. Dia menilai isi Perppu ini belum komprehensif dalam melindungi anak dari kekerasan seksual karena hanya menitikberatkan pada hukuman bagi pelaku. Namun Pohan tetap berharap, jika Perppu ini disahkan maka hukuman akan diterapkan secara adil tanpa ada perlakuan diskriminatif pada pihak tertentu.
Sementara menurut Rusli Kustiawan Iskandar, kehadiran Perppu ini merupakan respon Presiden Jokowi atas kondisi genting kekerasan seksual yang terjadi belakangan. Rusli juga menambahkan, disamping pemberatan hukuman perlu juga dilakukan sanksi sosial. Hal ini diharapkan mampu memberikan efek

Belum diaturnya upaya perlindungan pada korban anak menjadi salah satu pembahasan Netty Prasetiyani Heryawan bagi Perppu No. 1 Tahun 2016 ini. Netty juga meragukan efektivitas pemberatan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual. Bagi Netty, keberadaan Perppu ini merupakan upaya akhir yang perlu disertakan dengan upaya-upaya preventif lainnya. Netty menjelaskan bahwa kini P2TP2A Jawa Barat sedang bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan program Jabar Tolak Kekerasan. Selain itu, perbaikan pola asuh anak oleh orang tua merupakan upaya yang dianggap akan mampu mengurangi kekerasan pada anak.

“Keluarga adalah benteng pertahanan yang efektif untuk menanamkan nilai, membentuk karakter, membentuk kepribadian, dan menjadi titik kembali bagi setiap anggota keluarga” ucap Netty di akhir diskusi.

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *