20 Menit Dampingi Anak Tekan Angka Kekerasan

Berita P2TP2A, Kegiatan P2TP2A
20 menit

Oleh: Jaka Permana

Bandung raya – Jumat, 16 Mei 2014 | 20:01 WIB

INILAH.COM, Bandung – Dalam menggerakan program 20 Menit Orangtua Mendampingi Anak, P2TP2A melibatkan 625 kader posyandu, 2000 penggerak desa, PKSK, bidan, pendidik Paud dan seluruh jaringan OPD sudah. Mereka akan mendampingi ketika program tersebut berlangsung.

“Mereka diberikan amanah untuk menyosialisasikan terhadap putra putri mereka selama 20 menit. Kegiatan ini tidak berdiri tunggal. Para pimpinan agama juga sepakat untuk mendukung gerakan ini,” jelas Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan di rumah makan di kawasan Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat (16/5/2014).

Dia berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ada ruang yang terus direvitalisasi untuk masyarakat masif di Jawa Barat. “Kita akan memulainya dengan gerakan 20 menit orang tua bersama anak, sehingga seluruh keluarga di Jabar disadarkan. Kegiatan ini pun diharapkan bisa menekan angka kekerasan terhadap anak di Jawa Barat,” tutur dia.

Netty tak menampik kemajuan teknologi informasi telah menjauhan tatap muka antara orang tua dan anak. Dia berharap dengan kegiatan ini orang tua bisa mengesampingkan teknologi untuk bertatap muka dengan anaknya selama 20 menit.

“Kenapa hanya 20 menit tidak 2 jam? Jika 2 jam kita khawatir orang tua bingung dalam mendampingi serta memperhatikan tumbuh kembang anak. 20 menit ini akan bermakna,” tutur Netty.

20 menit itu, lanjut Netty bisa dipergunakan berbagai kegiatan antara orang tua dan anak. Seperti makan malam bersama, mendampingi belajar, mengaji bersama, mendengarkan cerita anak, menyatakan sayang hingga membacakan buku.

“Dengan 20 menit ini kita berharap orang tua menyadari perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Jangan sampai orang tua tidak menyadari tumbuh kembang anak selama ini,” papar Netty.

Netty terinspirasi dengan tumbuh kembang anak dari 0-5 tahun diperlakukan sebagai raja, 6-10 perlakukan seperti tawanan, di atas usia itu, perlakukan sebagai seorang sahabat. [rni]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2101267/20-menit-dampingi-anak-tekan-angka-kekerasan

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *