prosentase perkembangan usaha binaan

Semiloka “Model Pemberdayaan Ekonomi Bagi Korban Trafiking Jawa Barat”

10 September 2012 · Kategori Kegiatan P2TP2A

Eksistensi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat dalam dua tahun semenjak berdirinya telah menangani 193 kasus yang terdiri dari kasus trafiking, 72 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan pada Anak, dan kekerasan dalam Pergaulan, 51dan lain-lain.  Korban trafiking yang ditangani oleh P2TP2A adalah mereka yang sudah mengalami tindakan perdagangan manusia tidak hanya di dalam negeri, namun juga yang terjadi di luar negeri.

Penanganan korban trafiking oleh P2TP2A dilakukan secara psikis, medis dan spiritual.  Ketika prosedur penanganan sudah diselesaikan, tahap berikutnya adalah mereka diberikan pelatihan yang dimaksudkan untuk memberi stimulus para binaan P2TP2A untuk mau berdaya secara ekonomi.  Beberapa bentuk kegiatan pemberdayaan ekonomi adalah pelatihan-pelatihan penguatan diri, motivasi wirausaha, pengelolaan keuangan sederhana, dan pelatihan keterampilan dalam bidang-bidang yang disesuaikan dengan kondisi korban.

Sesuai dengan prosedur penanganan P2TPA, korban-korban trafiking sudah diintegrasikan kembali kepada keluarga dengan koordinasi P2TP2A kota dan kabupaten di Jawa Barat.  Pasca integrasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) sebagai gugus tugas trafiking telah membuat program untuk pemberdayaan korban yaitu dengan pemberian hibah gubernur pada 78 korban trafiking.  Hibah pada tahun 2010 sebesar lima juta rupian (Rp 5.000.000) kepada 29 orang dan pada tahun 2011 sebesar 10 juta rupiah (Rp 10.000.000) kepada 49 orang.

Pemantauan menjadi salah satu program utama P2TP2A yang dilakukan setelah korban berintegrasi dengan keluarga dengan ataupun tidak mendapatkan hibah gubernur.  Hasil pemantauan bulan Juni 2012 dari P2TP2A terhadap 51 penerima hibah menunjukkan hasil yang belum sesuai dengan tujuan dari pemberian hibah tersebut:

Beberapa hipotesis yang muncul adalah korban tidak memiliki semangat untuk berusaha mandiri, masih digunakannya dana hibah untuk membayar utang-utangnya, ataupun dana tersebut digunakan untuk pembelian barang-barang yang bersifat konsumtif.

Tujuan

Kegiatan Semiloka ini bertujuan untuk memberikan input bagi pertimbangan pembentukan model pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik para binaan P2TP2A (korban trafiking).

Target Sasaran

Perguruan Tinggi di Jawa Barat, yang diwakili oleh Pengurus PSW.

Kegaitan ini dilaksanakan pada Kamis 6 September 2012.

Diharapkan model ini bisa menjadi prototipe bagi pemerintah Jawa Barat dalam memberdayakan perempuan-perempuan yang menjadi korban trafiking. Bagi  seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini, kami ucapkan  “Jazakamullahu Khairan Katsiraa”.