Case Conference “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Barat”

Kegiatan P2TP2A

Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat selama ini menjadi persoalan yang sangat krusial. Hal ini dikarenakan Jawa Barat menjadi provinsi terbanyak dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas perempuan dan perlindungan anak di Jawa Barat maka pemerintah memfasilitasi pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). P2TP2A ini dibentuk karena adanya kebutuhan akan suatu wadah pelayanan dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan peningkatan pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan tindak kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak serta peningkatan posisi dan kondisi perempuan dalam masyarakat, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan pembentukan P2TP2A pada akhir tahun 2009.

Tugas pokok dari P2TP2A adalah sebagai wadah pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak yang berbasis masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya, P2TP2A memiliki bagian-bagian sesuai dengan kebutuhan dan pokok permasalahan yang menjadi fokus penanganan di setiap daerah.

Pertimbangan pembentukan pusat pelayanan ini karena perempuan merupakan kelompok yang selama ini tersisih karena konteks sosial-budaya masyarakat yang patriarkal. Karena tersisih mereka kurang memiliki keberdayaan dalam berbagai hal. Perempuan juga merupakan kelompok yang secara sosial-budaya-ekonomi mengalami kekerasan. Di sisi lain, anak-anak juga merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan. Dalam perjalanan waktu ada kesadaran dalam masyakat bahwa diperlukan pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak untuk mengatasi hal tersebut.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi masyarakat  terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan melalui wahana operasional pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan pembangunan di provinsi Jawa Barat yang ramah terhadap perempuan dan anak, dikelola oleh masyarakat dengan pemerintah melalui pelayanan fisik, informasi, rujukan, konsultasi dan berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) merupakan salah satu bentuk wahana pelayanan bagi perempuan dan anak dalam upaya pemenuhan informasi dan kebutuhan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hukum, perlindungan dan penanggulangan tindak kekerasan serta perdagangan terhadap perempuan dan anak.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sudah melaksanakan tugas selama  hampir 2 (dua) tahun. Banyak hal yang telah dilakukan berkenaan dengan pemberian pelayanan terhadap perempuan dan anak dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Jumlah korban yang telah ditangani oleh P2TP2A baik itu korban perempuan dan anak  selama kurun hingga Mei 2012 telah mencapai 278 kasus, dengan berbagai kondisi korban serta penanganan yang beragam. Kasus yang sudah ditangai oleh P2TP2A terdiri dari kasus yang dialami perempuan dan yang dialami oleh anak-anak. Kasus yang dialami perempuan yang ditangani oleh P2TP2A terdiri dari kasus trafiking dan KDRT, sementara kasus yang dialami oleh anak yang ditangani P2TP2A terdiri dari kasus pelecehan seksual dan anak jalanan.

Melihat pada apa yang telah dilakukan oleh P2TP2A terhadap kondisi perempuan dan anak di Jawa Barat diperlukan adanya suatu pembahasan bersama mengenai penanganan korban yang telah dilakukan oleh lembaga ini. Pelaksanaan ini diperlukan untuk mengevaluasi dan mengkaji apa yang sudah dilakukan lembaga P2TP2A Inilah yang menjadi dasar diadakannya kegiatan: Case Conference “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Barat” pada tanggal 10 Juli 2012.

 

Pelaksanaan Case Conference “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Barat” secara umum bertujuan untuk:

Menyampaikan kerja lembaga P2TP2A dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi Jawa Barat.

Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk:

(1)         Menyampaikan berbagai informasi mengenai kerja P2TP2A dalam menangani perempuan dan anak Jawa Barat yang menjadi korban kekerasan.

(2)         Menggali input dari pihak-pihak terkait untuk peningkatan pelayanan P2TP2A provinsi Jawa Barat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Membangun sinergitas antara P2TP2A dengan berbagai pihak terkait dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi Jawa Barat.

 

Target sasaran dari Case Confrence “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jawa Barat” adalah semua gugus tugas dalam TPPO yang diwakili oleh 2 orang wakilnya untuk masing-masing anggota gugus tugas.

 

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :

(1)         Anggota gugus tugas menjadi tahu mengenai kerja P2TP2A dalam menangani perempuan dan anak Jawa Barat yang menjadi korban kekerasan.

(2)         Tergalinya input dari pihak-pihak terkait untuk peningkatan pelayanan P2TP2A provinsi Jawa Barat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Terbangunnya sinergitas antara P2TP2A dengan berbagai pihak terkait dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi Jawa Barat.

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Artikel lainnya berdasarkan Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *