Jawa Barat Perkokoh Komitmen Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Uncategorized
Cny8O5rUAAA41ij (1)

Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, berbincang mengenai gerakan Jabar Tolak Kekerasan dalam Dialog Humas Jabar bersama PRFM Bandung, Rabu (20/7). Gerakan tersebut telah diluncurkan secara resmi oleh Pemerintah Jawa Barat pada Senin 18 Juli kemarin.

Hari senin sebagai hari pertama sekolah, di Jawa Barat sesuai dengan anjuran Menteri Pendidikan banyak orang tua yang mengantarkan anak. Lebih istimewa lagi, karena di Jawa Barat pada hari tersebut dilakukan deklarasi Jabar Tolak Kekerasan dan dibacakan Ikrar Siswa Jawa Barat. Ikrar ini berisi komitmen untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun. Nantinya ikrar ini akan dibacakan setiap upacara di sekolah.

Netty menjelaskan gerakan tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat dalam menyelesaikan permasalahan kekerasan yang banyak terjadi. Diakui Netty, berdasarkan data yang dimiliki P2TP2A kasus kekerasan terhadap anak yang terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan semakin terdesaknya ruang ramah anak sehingga membutuhkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah yang terjadi, tetapi juga solusi pencegahan.

Asep Hilman, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang juga hadir dalam dialog tersebut menjelaskan konsep Jabar Tolak Kekerasan yang diterapkan di sekolah merupakan penerapan konsep sekolah ramah anak. Asep menjelaskan saat dirinya datang langsung ke beberapa sekolah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan tanpa ada perpeloncoan dari senior ke junior.

Di akhir diskusi, Netty kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya para orang tua untuk bersama mewujudkan Jabar Tolak Kekerasan. “Marilah kita sadar bahwa anak adalah harapan dan masa depan, yang perlu dilindungi dari segala bentuk kekearasan sehingga layak mengisi perjalanan peradaban di masa depan.” ungkap Netty.

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *