Kasus Kekerasan Anak di Jabar Terus Meningkat

Uncategorized

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Sejumlah kasus kekerasan baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan seksual yang menimpa anak dan remaja dalam beberapa waktu terakhir, membuat bulu kuduk kita berdiri. Betapa tidak, selain menyebabkan para korbannya menderita trauma psikis yang teramat berat, kasus kekerasan yang menimpa anak maupun remaja seringkali merenggut masa depan bahkan nyawa para korbannya.

Sebut saja, kasus kekerasan terhadap siswi SMP bernama Yuyun di Bengkulu yang terjadi pada April lalu. Yuyun menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan keji yang dilakukan oleh 14 orang remaja dan pemuda. Sorotan media yang begitu besar pada kasus Yuyun ini mendapat atensi luas dari masyarakat karena mengusik rasa kemanusian dan keadilan publik. Bahkan Presiden Joko Widodo pun memberikan perhatian khusus pada kasus tersebut.

Bahkan dewasa ini, kasus kekerasan fisik maupun seksual, tidak hanya menimpa anak atau remaja perempuan, namun juga terjadi pada anak dan remaja laki-laki. Seperti halnya kasus paedofil Emon di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya mencapai 100 orang lebih. Mayoritas korbannya adalah bocah laki-laki.

Ada sebuah fakta mencengangkan dalam rentetan kasus kekerasan yang menimpa anak dan remaja tersebut. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat yang memang concern dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan remaja merilis bahwa para pelakunya mayoritas adalah orang-orang terdekat korban seperti ayah, ayah tiri, paman, kakek, tetangga korban hingga orang-orang yang sepatutnya menjadi tauladan seperti guru.

Dengan latar belakang yang membuat hati miris tersebut, Harian Tribun Jabar menggelar diskusi publik dengan tema “Membasmi Pelecehan dan Kekerasan Seksual Pada Anak dan Remaja” dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama di Nexa Hotel, Jalan Supratman, Kota Bandung, Selasa (28/6/2016).

Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Dr Netty Prasetyani Heryawan, Psikolog Unisba Yunita Sari M.Psi dan pakar hukum dari UIN Bandung Dr Utang Rasyidin. Adapun Keynote Speaker dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dibacakan Sonny Samsu Adisudarma Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Setda Provinsi Jawa Barat. Kegiatan diskusi yang dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Jabar, Pemkot Bandung dan sejumlah kepala daerah di Bandung Raya serta ratusan tamu undangan lain itu dipimpin oleh moderator Cecep Burdansyah MH, yang juga Pemimpin Redaksi Tribun Jabar.

Berdasarkan data yang dirilis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan selama tahun 2015 lalu saja, P2TP2A Jabar menangani 240 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan serta kasus perdagangan manusia.

Dari jumlah kasus yang ditangani itu, lebih dari separuhnya adalah kasus kekerasan terhadap anak, khususnya kasus kekerasan seksual. Membuka diskusi, Cecep Burdansyah sang moderator langsung mengungkapkan data-data kasus kekerasan terhadap anak dan remaja yang dilansir
P2TP2A Jabar yang cukup membuat terhenyak.

“Menurut data P2TP2A Jabar ternyata tren kasus kekerasan di Jabar terus naik dari tahun ke tahun. Bahkan banyak kasus yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Ini menunjukkan anak kita masa depannya dalam kondisi genting,” ujar Cecep. (zam)

sumber : http://jabar.tribunnews.com/2016/06/28/kasus-kekerasan-anak-di-jabar-terus-meningkat

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *