Kuliah Umum Gender 2013 di Aula UIN SGD

Berita P2TP2A, Kegiatan P2TP2A
IMG_0712

BANDUNG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tafsir Hadits Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menyelenggarakan Kuliah Umum Gender 2013 “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” di Aula UIN SGD, Jalan Jendral A.H Nasution No. 105, Kota Bandung, Selasa (26/9).

Acara yang digagas oleh Korps HMI-Wati (Kohati) tersebut bertujuan untuk mengenalkan Kohati dan memberikan pembekalan kepada kaum perempuan tentang pembelajaran keperempuanan.

Humairoh, ketua pelaksana Kuliah Umum Gender 2013 mengungkapkan, dirinya sangat miris dan khawatir mengenai banyaknya kekerasan yang dilakukan terhadap anak usia dini maupun terhadap perempuan (KDRT).

“Melihat perkembangannya, kekerasan terhadap anak usia dini dan perempuan sangat tinggi. Saya sebagai perempuan sangat miris dan menyayangkan adanya sikap yang seperti itu. Maka dari itulah, kuliah umum bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada kaum wanita khususnya mahasiswi agar bisa menjaga dirinya dari sikap-sikap kekerasan seperti KDRT, pemerkosaan, dll,” ungkapnya.

Selama tahun 2012, terdapat 216.156 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani di beberapa lembaga Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), serta berbagai lembaga mitra yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia.

Komisioner Komnas Perempuan, KH. Husein Muhammad yang menjadi pembicara kuliah umum tersebut menjelaskan, menurut deklarasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan, setiap perbuatan berdasarkan pembedaan berbasis gender akan berakibat kesengsaraan.

“Hal itu akan menimbulkan penderitaan pada perempuan secara fisik, seksual, atau psikologis, termasuk ancaman terjadinya perbuatan itu, pemaksaan atau perampasan kebebasan secara sewenang-wenang yang terjadi di ruang publik maupun di dalam kehidupan pribadi,” katanya.

Selain menghadirkan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, kuliah umum tersebut di hadiri oleh wakil ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan & Anak (P2TP2A) Jawa Barat Dra. Hj. Yeni Huriyani, M. Hum. (Teks Oleh: HSY)

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *