Latar Belakang

Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, menyangga persoalan sosial yang tidak sederhana. Perempuan yang menempati  setengah dari jumlah penduduknya memiliki masalah spesifik yang beragam, sesuai dengan kondisi geografis Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota negara.

Salah satu masalah yang menjadi keprihatinan pemerintah  adalah maraknya kasus kekerasan dan perdagangan manusia (trafficking) terhadap perempuan dan anak. Hal itu tidak lepas dari latar belakang sosial dan budaya yang ada di Jawa Barat.

Faktor kemiskinan, masalah ekonomi,rendahnya pendidikan, pergeseran nilai moral, masalah sosial budaya, gaya hidup dan makin besarnya jumlah penduduk yang mempersempit lapangan pekerjaan, membuat perempuan dan anak rentan terhadap permasalahan trafiking dan kekerasan.

Berdasarkan permasalahan perlu dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang merupakan jawaban yang diharapkan dapat memberi jalan keluar dari pemberdayaan perempuan dan anak. Lembaga ini lahir diperkuat oleh peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 15 tahun 2010 tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak sebagai bagian dari upaya perlindungan Hak Azasi manusia khususnya perempuan dan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *