Netty Ajak Orang Tua Mengingat Kembali hak Anak di Hari Anak Nasional

Uncategorized

Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, berbicara tentang Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Menurut Netty, Hari Anak Nasional merupakan sebuah momentum yang tepat untuk mengingat kembali hak anak yang sering kali diabaikan. Ada empat hak pokok anak yang disertai hak-hak lainnya, yaitu hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Hak anak tidak boleh diabaikan oleh siapapun apalagi oleh orang dewasa.

Netty menjelaskan lebih jauh bahwa pada Hari Anak Nasional ini sudah seharusnya setiap pihak memberikan upaya perlindungan yang komprehensif bagi anak. Perlindungan ini tidak hanya di ranah formal, tetapi juga di ruang-ruang personal. Anak tidak boleh lagi mendapatkan tindakan diskriminatif. Hari Anak Nasional sangat tepat agar ungkapan kasih sayang orang tua kepada anak dapat disampaikan, dirasakan, dan diformalkan.

Tahun 2016 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memperingati Hari Anak Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut mengundang Forum Anak Daerah dari seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan dalam upaya memperingati Hari Anak Nasional termasuk sejumlah perlombaan. Kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk memotivasi seluruh anak yang ada di Forum Anak Daerah agar terus berkarya positif. Pada kegiatan tersebut Forum Anak Daerah Jawa Barat meraih penghargaan sebagai forum anak teraktif.

Selain peringatan Hari Anak Nasional, Netty mengakui sepanjang tahun hak anak harus terus diperhatikan. Kegiatan positif sangat penting untuk anak. Netty menjelaskan secara rutin diadakan kegiatan yang terus dikembangan oleh Forum Anak Daerah Jawa Barat. Salah satunya adalah forum diskusi berupa kajian yang menghasilkan rekomendasi. Selain itu, Forum Anak Daerah Jawa Barat juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan nasional hingga internasional.

“Tentu saja Hari Anak Nasional ini merupakan sebuah momentum untuk memperbaiki kembali komitmen terhadap anak. Momentum untuk mengingatkan hak anak secara seremonial.” ungkap Netty.

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *