Netty Minta Warga Waspadai “Trafficking”

Trafiking
Ketua PKK Jawa Barat Netty Prasetiyani

Bandung

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan sudah menerima laporan mengenai empat perempuan asal garut yang nyaris menjadi korban trafficking (Perdagangan manusia). Netty meminta semua lapisan masyarakat untuk terus waspada agar kasus-kasus semacam ini bisa digagalkan sejak awal.

“Kasus ini udah ditangani kepolisian. Kami mendapat tembusan bahwa ada empat perempuan yang akan diberangkatkan ke Bali, sebagai pemandu lagu di sana,” kata Netty yang ditemuai saat menghadiri peringatan ulang tahun Badan Kerja Sama  Organisasi Wanita Provinsi Jawa Barat, di Gedung Wanita Jalan RE Martadinata Bandung, Selasa (29/10/2013).

Digagalkannya upaya Trafficking ini, menurut Netty, merupakan hal positif, menandakan kesadaran semua lapisan masyarakat termasuk aparatur makin meningkat. Diharapkan kesadaran semacam ini semakin besar seperti bola salju sehingga ketika masyarakat menghadapi kejadian semacam  ini sudah siap.

“Seperti yang minggu lalu kita sampaikan ke Babisan, mudah-mudahan sampai ke akar rumput. Masyarakat itu tak perlu jadi korban dulu baru dia tahu dan peduli. Sekarang sudah ada kesadaran di tengah masyarakat. Tidak hanya kepolisian, juga teman-teman Babisan, kades, RW, RT, dan sebagainya. Saya berharap akan semakin banyak yang peduli dengan permasalahan ini,” ucapnya.

 Sebelum, empat perempuan yang mengaku berasal dari Kampung Cieuri, Desa Cidahon, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, diselamatkan saat akan dijual untuk dijadikan pemandu lagu di Bali. Korban yaitu RM(20), RA(21), NK(22), dan YEP (20), ditawari gaji sekitar Rp 7 juta – 8 juta perbulan.

Mereka ini diduga menjadi korban penjualan manusia yang dilakukan lima tersangka yaitu AM, SM, AI (36), TT (36), dan ILL (36). AM dan SM kabur saat diamankan oleh jajaran Kepolisian Sektor Cileunyi.

Netty mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya dalam setahun terakhir, kasus trafficking di Jawa Barat menurun. Namun kasus kekerasan seksual terhadap anak mengalami peningkatan. Jika dibandingkan antara kasus trafficking dan kasus kekerasan anak, perbandingannya adalah 2:5.

“Untuk trafficking, tahun ini hanya 16 kasus, dari sebelumnya 60, terus turun. Yang dikhawatirkan adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak,” kata Netty. Pada 7 November  agar digelar kegiatan untuk membahas kekerasan seksual anak ini.

Sumber : Pikiran Rakyat, 30 Oktober 2013

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *