P2TP2A Upayakan Moratorium Pengiriman TKI

Berita P2TP2A
BANDUNG, (PRLM).- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat akan mengupayakan moratorium bagi pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat bagi negara yang tidak memiliki kesepakatan soal perlindungan TKI.
Secara informal, dikatakan Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Heryawan, P2TP2A sudah menyampaikan permintaan tersebut kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar agar secara progresif membenahi sistem perlindungan kepada TKI.
“Pilihannya hanya dua soal pengiriman TKI ini. Pertama moratorium bagi negara yang belum memiliki kesepakatan perlindungan tenaga kerja, kedua memperbaiki sistem perlindungannya bagi negara yang sudah punya,” kata Netty seusai menghadiri sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di ruang Sanggabuana Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (20/6).
Netty berharap, nanti pemerintah dapat mengantisipasi berbagai kasus, sehingga pemerintah pun tidak ‘kecolongan’ mengenai kondisi para tenaga kerja di luar negeri. “Selama ini kita baru tahu setelah kasusnya terjadi. Kita dikagetkan hukuman pancung kepada warga kita. Kalau saya melihat secara pribadi setelah membaca bagaimana bilateral agreement antara kita dan Arab Saudi, tentu lebih baik jika ada moratorium. Kasus Ruyati merupakan tamparan keras bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia,” katanya.
Selama ini, lanjut Netty, kesepakatan dengan Arab Saudi baru sebatas kesepakatan antara agensi dan agensi, bukan antara pemerintah dan pemerintah. Kondisi itu menjadi celah bagi terabaikannya perlindungan bagi TKI yang akan masuk ke Arab Saudi. (A-198/A-147)***

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *