Pemprov Jabar Lindungi Hak-Hak Perempuan Tiga Tahun Terakhir

Uncategorized
27b8a10f901fa293b149748f7a83545b

KOTA BANDUNG—Penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dalam menanggulangi isu-isu perempuan dan hak-haknya yang terkadang didiskreditkan di masyarakat, terlihat dalam tiga tahun terakhir (2014-2016) melalui penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan program-program kerjanya yang fokus dalam memberdayakan perempuan.

Di akhir tahun 2016 lalu, Pemprov Jabar meraih penghargaan APE yang ketiga kalinya setelah mendapat penghargaan yang serupa di tahun 2014 dan 2012.

Penghargaan APE diberikan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berdasarkan pertimbangan komitmen yang dimiliki oleh Pemprov Jabar. Yakni dari kebijakannya, kelembagaan, sumber daya manusia dan anggaran, metode analisis gender, data gender, serta tingkat partisipasi masyarakat.

Jika sebelumnya Jawa Barat meraih penghargaan sebagai kategori Utama dalam dua kali berturut-turut, kini Jawa Bart mendapat kategori dalam level tertinggi, yakni Mentor.

Penghargaan tersebut tentu menjadi kepuasan tersendiri jika melihat betapa berjuangnya Pemprov Jabar dalam memberikan pemahaman kepada stakeholders mengenai kesetaraan gender, selagi mengestimasi sejauh mana program kerja berjalan sesuai dengan target dan anggaran yang ada.

Konteks anggaran ini antara lain terkait dibangunnya pojok laktasi di setiap kantor pemerintahan. Pojok laktasi tentu memudahkan para ibu yang berkarir di pemerintahan untuk tetap memantau anaknya di lingkungan kerja.

Penghargaan yang didapat pada tahun 2016 bukanlah tanpa upaya yang panjang. Di tahun 2015, Pemprov Jabar melalui Badan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) memang sudah membuat rencana program pemberdayaan perempuan untuk tahun 2016.

Hal ini sesuai kepedulian Pemprov Jabar dalam melihat masih banyaknya perempuan yang masih dalam level pra sejahtera di Jabar, sehingga program peningkatan kemampuan dan pelatihan keterampilan pun perlu dieksekusi lebih dalam lagi.

Secara konsisten, Pemprov Jabar menjalankan berbagai program melalui organisasi Perempuan Kader atau PEKA. PEKA berfungsi sebagai mesin yang menggerakkan peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan, dan keterampilan di masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Fokus Pemprov Jabar dalam memberdayakan perempuan juga terlihat di tahun 2014 lalu, kala Pemprov Jabar mendapat Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dalam kategori Tingkat Utama. Sistem penilaiannya pun masih sama dari tahun ke tahun, yakni bagaimana Pemprov Jabar mengatasi isu gender, target-target capaian dari program kerja, inovasi dalam mewujudkan kesetaraan gender, inovasi program permberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. (AFN/MSU)

HUMAS JABAR –

 

Sumber: http://humas.jabarprov.go.id/berita/detail/pemprov_jabar_lindungi_hak-hak_perempuan_tiga_tahun_terakhir#sthash.P2ALGLI7.dpuf

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *