Peringatan Hari Anak Nasional, P2TP2A Soroti Perlindungan Komprehensif Pada Anak

Uncategorized

BANDUNG (PRFM) – Berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada Sabtu (23/07). Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, mengaku masih terus memberikan upaya perlindungan yang komprehensif bagi anak-anak, bukan hanya dilingkungan formal, tetapi juga bagi anak yang tidak beruntung yang mendapat tindakan diskriminatif dari orang-orang terdekat, seperti keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan menilai, saat ini keadaan anak-anak di Indonesia sangat prihatin, masih banyak hak-hak anak yang belum terpenuhi, dari begitu banyak hak anak yang ditetapkan Undang-undang, masih banyak orang dewasa khususnya keluarga yang mengabaikan hak tersebut.

“Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang hari anak, tentunya pemerintah mempunyai kepentingan, ditetapkannya tanggal 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional berdasarkan Keppres No 44 tahun 1984. Serta pemerintah yakin dan percaya ditetapkannya tanggal tersebut dengan tujuan agar ungkapan kasih sayang orang tua ini dapat disampaikan dan sekaligus dapat dilembagakan.” Ungkap Netty, kepada PRFM, Sabtu (23/07).

Netty menjelaskan, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2016, banyak kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk Pemerintah Pusat sendiri ada kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bahkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak RI mengundang  forum anak daerah seluruh Indonesia, untuk hadir diperingatan Hari Anak Nasional. Disana diselenggarakan berbagai kegiatan. Termasuk diantaranya lomba penilaian dari sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh forum anak daerah provinsi masing-masing.” Ujar Netty

Menurut Netty, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memotivasi forum anak daerah, di tingkat SMP, SMA, dan pergruan Tinggi. Anak-anak tersebut berkumpul, berdiskusi dan merumuskan beberapa hal. Selain itu, mereka juga diberi beberapa stimulus, pembinaan. Sehingga banyak sekali rekomaendasi yang berikan kepada Pemerintah, melalui Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Saya acungi jempol untuk forum anak tingkat Daerah di wilayah Jawa Barat, karna mereka penuh dengan inisiatif, dan inovasi untuk diberikan kepada pemerintah, Bahkan salah satu anggorta forum anak daerah Jawa Barat, Saat ini mewakili Indonesia mengikuti event internasional di Luar Negeri. ” Terang Netty.

Peringatan Hari Anak Nasional yang terkesan seremonial, Menurut Netty, seremonial tersebut hanya untuk membangun kesadaran dan menyegarkan kembali ingatan orang tua. Bahwa pada hari ini pihaknya mengajak untuk memperbaiki kembali komitmen orang dewasa terhadap hak anak-anak. serta peringatan ceremobial tersebut menurutnya, lebih kepada momentum untuk mengingatkan kesadaran masyarakat secara massif, bahwa orang tua atau orang dewasa adalah pihak yang bertanggungjawab untuk menyelenggarakan hak anak.

Dila Nurfadila

 

sumber : http://www.prfmnews.com/?cmd=info&tmplt=2&vr=17968&pos=artikel&scat=4

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *