Tiga Strategi Jitu Perangi ‘Human Trafficking’

Tips-tips, Trafiking

Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Netty Prasetyani Heryawan menularkan pengalamannya menangani kasus perdagangan manusia “human traffickhing” kepada para Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-Jawa Barat.

Netty Heryawan berbagi ilmu di acara Orientasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Human Trafficking bagi Danramil dan Babinsa di Gedung Sate, Jumat, 18 Oktober 2013. Orientasi dihadiri 160 Danramil dan 360 Babinsa. Orientasi yang dihadiri juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, bertujuan untuk memantapkan peran jajaran TNI membantu pemerintah daerah dan kepolisian memberantas tindak “human traffickhing”.

Ketua TP2TP2A menjelaskan, pencegahan dan pemberantasan perdagangan manusia dapat dilakukan semua elemen bangsa dengan mengenali tiga ciri “human trafficking”. “Tindak perdagangan manusia dapat dikenali dari proses, cara, dan tujuannya,” tukas Netty.

Proses perdagangan manusia, jelas istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan itu, berupa perekrutan, pemindahan, penyekapan, penyembunyian, hingga pemberangkatan. “Kalau ada anak perempuan di lingkungan kita dimasukkan ke mobil oleh orang yang kita tidak ketahui dan tanpa orangtuanya, kita patut curiga,” tandas Ketua TP2TP2A.

Cara atau modus operasi perdagangan manusia, lanjut Netty lagi, para pelaku di lapangan dan agen lazimnya mengimingi-imingi calon korbannya dengan keuntungan ekonomi. “Saya pernah menemui orangtua anak korban “traffickhing” yang diimingi putrinya menjadi model. Orangtuanya setuju saja meski tidak mengenal orang yang membawa anak. Bulan ketiga anak tersebut dinikahi, pada bulan keempat dicerai, lalu dijadikan pekerja seks,” papar Netty.

Netty Heryawan lebih lanjut menjelaskan, ciri ketiga yakni tujuan. Dikatakan, tujuan mafia human trafficking pasti untuk mengeksploitasi korbannya. “Satu kasus tindak human trafficking tidak harus memenuhi ketiga ciri tadi. Kita dapat memastikan telah terjadi perdagangan manusia, bila salah satu di antara tiga ciri terjadi,” kata Netty.

Dalam sesi tanya-jawab, Netty Heryawan juga mengutarakan tiga strategi jitu memerangi human trafficking. Yakni, mendeteksi dini, mencegah, dan melalukan tindakan. Netty mengatakan, TP2TP2A yakin para Babinsa mampu berperan aktif karena human trafficking salah satu persoalan bangsa. “Ini persoalan generasi muda,” tutur Netty Heryawan.

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim usai orientasi menyatakan, perangkat TNI siap membantu TP2TP2A dan kepolisian menangani masalah human trafficking. Pelibatan Babinsa, kata Pangdam, akan efektif karena mereka berada hingga pelosok pedesaan.

Sumber : http://nettyheryawan.com

Artikel lainnya berdasarkan Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *